Senin, 07 Februari 2011

Secuil Informasi dari Narasumber tentang Sekolah Kita Tercinta.

Sabtu, 22 Januari 2011

Kita masuk ke ruang guru untuk mencari seorang guru. Pas kita masuk, ternyata beliau sedang makan siang. Sambil malau-malu, kita minta izin untuk mengganggu beliau sebentar. Kita mau wawancara beliau seputar SMP IT Abu Bakar. Siapakah beliau ?


Yup ! Alhamdulillah kita diberi kesempatan buat wawancara Ustadz Muhadi. Ustadz Muhadi mengajar di SMP IT belum ada satu tahun. Sebelumnya, beliau mengajar di SD IT Luqman Al-Hakim Yogyakarta selama empat tahun. Di SMP IT, beliau memegang mata pelajaran PAI kelas IX. Ustadz Muhadi mengaku betah ngajar di SMP IT, karena muridnya nyenengin..tapi nggak semuanya lho.. Katanya, kalu ngajar di kelas IX putra harus ekstra sabar, karena mereka susah banget dinasihatin.hehe…

Kelas favorit Ustadz itu kelas yang anaknya sholih dan sholihah.. ( wah..moga” kelas kita masuk yang difavoritin ustadz..hehe. )

SMP IT itu sekolahnya bagus. Kalau kegiatan belajar mengajarnya ada yang efektif dan enggak. Tergantung gurunya. Ada guru yang rajin, ada juga yang enggak. Untuk fasilitas yang ada di sekolah, sudah bagus walaupun belum 100%. Hmm…kalau guru-gurunya, asyik. Semua deket sama Ustadz..hehe..” kata Ustadz Muhadi sambil cengengesan.

Ustadz berharap, ke depannya SMP IT Abu Bakar bisa membentuk orang-orang yang hebat, dan tentunya sholih dan sholihah. Amiin…. Semoga Ustadz Muhadi beserta ustadz/ustadzah yang lain dapat membimbing murid-muridnya seperti apa yang diharapkan oleh Ustadz Muhadi. Berjuang….!!!!hhe…


Selasa,25 Februari 2011

Huft…suasana di sekolah rame banget. Maklum, kelas VII dan VIII putri lagi pra LT I di halaman sekolah. Hal itu bikin kita susah buat nyari seseorang buat kita wawancara. Kalau sekarang, bukan guru yang mau kita wawancarai, melainkan seorang siswi. Namanya Haifa.

Kita memutuskan untuk masuk ke aula, karena kita lihat Haifa di sana untuk sholat dzuhur. Setelah selesai sholat dzuhur, kita ketemu Haifa untuk melangsungkan wawancara. Kata Haifa sih, jangan lama-lama..soalnya dia ada kegiatan.

Kita tanya ke Haifa tentang program SMP IT Abu Bakar, yaitu Full Day School. Haifa mengikuti program FDS ( Full Day School ) karena kemauannya sendiri. Awalnya, dia mau pilih program Boarding School. Karena nggak tau gimana cara masuk boarding, dia memutuskan untuk memilih program FDS. Kata Haifa, jadi anak FDS biasa aja. Ada enaknya, ada enggaknya. Enaknya klo di rumah bias tidur cepet. Nggak enaknya, capek. ( nggak fullday, nggak boarding, kayaknya sama- sama capek deh…hehe…). Kadang, Haifa ngerasa kalu boarding sama fullday itu dibeda-bedain. Pernah, katanya ada konflik antar siswi boarding dan fullday ( kelas VIII putri ). Tapi pas ditanya apa konfliknya, Haifa cuma cengengesan.. ( hehe..privasi kali ye..). Walaupun begitu, Haifa nggak mau kalau boarding sama fullday kelasnya dipisah. Dia tetep pengen dicampur. Hmm…semoga aja konfliknya cepet selesai. Mau fullday maupun boarding, semoga nggak akan menghalangi mereka untuk berteman.

Sabtu, 5 Februari 2011

Nah, kalo sebelumnya kita sedikit membahas tentang kehidupan Fullday School, kali ini kita akan membahas tentang kehidupan Boarding School. Kita meminta seorang siswi kelas VII untuk menceritakan pengalamannya selama tinggal di asrama. Hmm...kira – kira gimana ya, tinggal di asrama itu..

Raihan Azzahra atau yang sering dipanggil Azza lahir di Jogja, 26 Oktober 1997. Dulu, Azza nggak mau masuk SMP IT Abu Bakar. Dia pengen sekolah di negeri. Tapi, orang tuanya kepengen Azza masuk SMP IT Abu Bakar. Katanya, Azza diceramahin tiap hari, bahkan Azza sampe nangis. Akhirnya, dia sholat istikharah, dan lama-kelamaan, Azza manteb buat masuk SMP IT Abu Bakar.

Ketika pendaftaran, Azza memilih program Fullday School. Berhubung rumahnya jauh dan dia takut nggak ada yang nganterin, Azza memilih program BDS ( Boarding School ). Perasaan Azza waktu masuk asrama, biasa aja. Hidup di asrama membuat Azza semakin mandiri. Gimana ya cara Azza buat mbagi waktu antara kegiatan sekolah dan asrama ?
Emm...kalo aku sih jalanin aja. Kalau waktunya nyuci ya nyuci. Waktunya makan ya makan. Waktunya ngerjain PR ya ngerjain PR”

Kata Azza, yang nggak enak di asrama tu pembina asramanya. Katanya terlalu ketat. (hmm..kalo dipikir-pikir, itu kan buat kebaikan kita juga. iya nggak ?? hehe...). Selain pembina asramanya yang nggakenak, kadang-kadang kamar mandinya ada kecoanya. Makanannya kadang-kadang juga nggak mathcing antara sayur dan lauknya. Terus kalo lagi hujan deras, atap di aula bocor. Wah-wah... mudah-mudahan segera diperbaiki. Walaupun begitu, menurut Azza, bangunan asramanya paling bagus di antara asrama putri lainnya..hehe.

Ke depannya, Azza berharap bangunan asramanya nggak ngontrak rumah lagi. Tapi bikin bangunan sendiri khusus untuk asrama. Amiin..semoga dapat tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar